Friday, March 30, 2012

Sign Up BBI 1st Giveaway Hop

Tak terasa, 13 April 2012 nanti BBI (Blogger Buku Indonesia) akan berulang tahun yang pertama. Untuk itu, aku bersama dengan 2 anggota BBI lainnya: Oky dan Maya ingin membuat (sebagai host) giveaway hop sekalian meramaikan ultah BBI.

Apa itu giveaway hop?

Giveaway hop adalah beberapa blogger yang mengadakan giveaway dengan tema yang sama secara serentak, masing-masing memposting di blognya sendiri. Dalam giveaway hop biasanya ada host (penyelenggara).

Dan inilah giveaway hop yang kami adakan KHUSUS untuk para blogger yang sudah tergabung dalam BBI (daftarnya dapat dilihat di sini, atau bagi yang memiliki blog khusus buku namun belum tercantum, dapat mendaftarkan diri di tempat komentar link yang sama).

Waktu dan Tema:

Waktu posting: 13 April 2012 (kalau bisa sebelum pk. 12:00 siang)
Waktu giveaway: 13 April s/d 26 April 2012
Hadiah: buku (jumlah terserah) karangan PENULIS LOKAL

Posting giveaway hop:
  • Judul (harus seragam): BBI 1st Giveaway Hop.
  • Mencantumkan blog Fanda's Historical Fiction, Kumpulan Sinopsis dari Okeyzz dan Dear Readers sebagai host.
  • Mencantumkan button BBI 1st Giveaway Hop di bawah ini.
  • Teknis pelaksanaan giveaway terserah pemilik blog masing-masing, tapi saran kami kalau memberi pertanyaan/tugas jangan terlalu sulit (misal bikin cerpen), karena waktu peserta pasti terbatas karena banyak blog yang bikin giveaway juga.
  • Bagi yang ingin memakai form dengan Google Docs atau Rafflecopter (tool khusus untuk giveway), kami menyediakan tutorial-nya. Untuk Google Docs klik disini, sedang untuk Rafflecopter klik disini.


Dan serunya giveaway hop ini adalah...

Begitu kita masuk salah satu blog yang mengadakan giveaway, maka kita akan langsung menemukan juga link blog-blog SEMUA anggota BBI yang ikutan giveaway hop ini (kami akan menyediakan linky tools untuk diletakkan pada posting kalian -- menyusul).

PENDAFTARAN GIVEAWAY

Agar bisa mendata jumlah peserta, kalian (anggota BBI) yang berminat ikut serta di giveaway hop ini, harap mendaftarkan blognya di linky tool di bawah ini (posting atau hadiah boleh dilakukan/ditentukan kemudian). Linky tool ini akan ditutup tgl. 12 April 2012 pk. 24:00.


Pope Joan

Tahun 500-1000 tercatat dalam sejarah peradaban umat manusia sebagai Jaman Kegelapan, yaitu masa ketika kemerosotan besar-besaran terjadi dalam peradaban manusia. Baik kemerosotan pengetahuan, budaya, maupun moral. Jaman ini terjadi segera setelah--dan sebagai akibat dari--runtuhnya kekaisaran Romawi. Pada masa itu populasi penduduk di Eropa merosot, dan angka harapan hidup rendah (tidak sampai seperempat populasi dapat mencapai usia limapuluhan tahun), dan banyak penyakit berjangkit karena tingkat kebersihan rendah. Pendeknya, masa itu benar-benar masa kegelapan.

Khususnya di abad ke 9, lahir sebagai perempuan adalah hal paling tak diinginkan oleh manusia mana pun. Perempuan pada jaman itu dibenci dan dianggap tak berharga. Penyiksaan suami terhadap istri disahkan oleh hukum, dan hukuman bagi pemerkosaan sama ringannya dengan pencurian kecil. Di masa seperti itulah si kecil Joan dilahirkan oleh istri seorang kanon (semacam imam) di sebuah desa kecil. Sejak kecil sudah nampak keistimewaan Joan yang haus akan pengetahuan, selalu ingin tahu, dan lebih suka mencuri dengar waktu kakak lelakinya Matthew mendapat pengajaran di rumah daripada harus membantu ibunya mengerjakan tugas-tugas rumah tangga. Ayah Joan berambisi mengirim Mathew dan/atau John—putra kedua keluarga itu—ke pertapaan Fulda, tempat para imam mengenyam pendidikan. Sedang bagi Joan…yah…apakah pilihan yang tersisa selain apa yang diharapkan dari seorang perempuan pada masa itu: menjadi istri penurut dan pengurus anak serta rumah tangga.

Namun ternyata Joan berani menjalani hidup di luar kebiasaan. Semuanya dimulai ketika Matthew--yang digadang-gadang ayahnya untuk sekolah menjadi imam--meninggal dunia, sehingga John-lah yang kini menjadi tumpuan harapan sang kanon. Ketika Aesculapius--seorang imam yang menjadi kepala sekolah di schola (sekolah) milik Gereja--mengunjungi keluarga mereka, sang kanon mengharapkan John pergi bersama Aesculapius untuk masuk schola. Sang imam mengetes calon muridnya, dan mendapati John tak dapat diharapkan, justru Joan lah yang kecerdasannya bersinar karena Matthew sering mengajarnya membaca ketika masih hidup. Aesculapius adalah guru pertama Joan.

Segera terlihat bahwa kecerdasan dan kemampuan Joan berdebat sangat mengagumkan. Meski dihalang-halangi dengan berbagai cara (termasuk siksaan ayahnya), Joan tetap keras kepala untuk dapat sekolah. Ia akhirnya melarikan diri dari rumah untuk menemani John masuk ke schola di Dorstadt yang dikepalai seorang Uskup. Di sanalah ia berjumpa dengan seorang ksatria bernama Gerold, yang langsung mengambil Joan sebagai anak angkatnya untuk menemani putri-putrinya sendiri.

Bisa bersekolah bukan berarti kemerdekaan bagi Joan. Seperti hampir semua orang pada jaman itu yang membenci wanita yang ingin menuntut ilmu, Joan pun diperlakukan sangat tidak adil selama sekolah di schola. Semua penderitaan itu ia telan saja, karena toh dari kecil pun Joan telah kenyang dengan siksaan dari ayahnya. Ketekunan dan impiannya membuat Joan berani dan makin kuat. Hanya Gerold lah satu-satunya laki-laki yang memperlakukan Joan sederajat. Namun justru karena itulah, percik-percik romansa mulai menghiasi hati keduanya. Perasaan cinta itu makin lama makin kuat seiring semakin matangnya usia Joan, dan semakin dekat hubungan mereka karena saling pengertian yang tumbuh di antara mereka. Hingga pada suatu hari istri Gerold mendengar kesaksian dari seseorang yang telah melihat mereka berciuman.

Untuk mendinginkan perasaan cinta terlarangnya, Gerold sengaja menunaikan tugas dari Kaisar untuk berperang di tempat lain. Dan saat itulah istri Gerold bersiasat untuk menikahkan Joan dengan seorang pria. Tepat pada hari pernikahannya, datanglah kaum Viking yang masih barbar menyerang katedral di Dorstadt itu, membunuh semua orang, termasuk keluarga Gerold serta John kakaknya! Joan yang beruntung dapat bersembunyi selama pembantaian itu, tiba-tiba menemukan jalan menuju kebebasan. Ia dapat "meminjam" identitas John. Joan merasa Gerold tak menginginkan dirinya lagi maka ia pergi jauh, sehingga Joan pun mengeraskan hati untuk melupakan cintanya, demi menggapai harapan yang membentang di depannya. Maka pada hari itu, dari pintu katedral yang hancur, keluarlah seorang pemuda--satu-satunya korban yang selamat--yang dengan langkah pasti menuju ke biara Fulda untuk menjadi imam di sana...

John Anglicus, nama baru Joan sebagai laki-laki, akhirnya menjadi seorang imam yang dikenal cerdas. Imam tua yang menjadi tabib mengajarinya untuk menyembuhkan penyakit. Dari sana pamor John Anglicus ini semakin cemerlang--yang membuat hidupnya semakin menderita karena banyak orang iri dan dendam padanya, hingga akhirnya takdir menyeretnya hingga ke Roma, ke istana Kepausan. Ia tiba di Roma ketika Paus Sergius sedang berkuasa. Dari kegiatannya merawat Paus inilah, Joan jadi mengenal intrik politik kotor di sekeliling Paus. Dan alangkah terkejutnya Gerold yang tengah mendampingi Kaisar Lothar mengunjungi Paus Sergius, ketika ia mendapati imam yang bernama John Anglicus itu tak lain tak bukan adalah Joan--permatanya--yang ia kira telah mati dibantai kaum Viking!

"Sungguh aneh apa yang terjadi pada hati manusia. Orang dapat saja terus hidup selama bertahun-tahun, terbiasa kehilangan, serta berdamai dengannya, tetapi kemudian, dalam sekejap saja, rasa sakit itu muncul kembali bersama rasa pedih dan perih seperti luka yang masih baru." ~hlm. 495. Seperti itulah perasaan Joan yang meski berusaha melupakan Gerold, namun pria itu tetap terpatri di hatinya.

Dan Joan pun kini terbelah antara keinginan untuk melarikan diri dari Roma, untuk bersatu sekali dan selamanya dengan pria yang dicintainya, atau mengabdi pada umat dan Gereja dengan segenap kemampuannya. Sebelum mampu mengambil keputusan, tiba-tiba saja datang kabar itu: umat telah memilihnya sebagai Paus berikutnya, ketika Paus yang berkuasa saat itu mangkat. Tiba-tiba saja Joan memegang tampuk kekuasaan tertinggi di Roma. Padahal di sisi lain ada sebuah keluarga yang amat berambisi menjadikan salah satu putranya untuk menjadi Paus. Begitu ambisiusnya, sehingga mereka rela melakukan apa saja. Berhasilkah mereka mencongkel posisi Joan? Dan setelah menjadi Paus, bagaimana kah hubungan Joan dengan Gerold? Bagaimana akhirnya identitas asli Joan bisa terungkap?

Donna Woolfolk Cross telah berhasil merangkai kisah ini dengan cantiknya! Dari fakta sejarah yang cuma sedikit itu (karena keberadaan Pope Joan telah dihapus dari dokumen Gereja Katolik), digabungkan dengan kisah fiktif, menghasilkan kisah yang seru, mendebarkan sekaligus mengaduk-aduk emosi. Mulai miris melihat penderitaan perempuan jaman itu, ngeri akan pembantaian manusia yang kejam, jijik akan politik vulgar para petinggi Gereja, hingga terbuai oleh cinta yang kuat di antara Joan dan Gerold. Membaca kisah ini membuatku dapat melihat bahwa saat-saat itu benar-benar Jaman Kegelapan. Bagi umat manusia, terutama bagi kaum wanita. Tak heran bila pada jaman itu ada beberapa wanita pemberani yang terpaksa menyamar menjadi laki-laki demi melepaskan diri dari kehidupan tanpa harapan itu.

Aku memberikan 5 bintang untuk Pope Joan. Entah bagaimana, emosiku begitu terlibat selama membaca buku ini. Mungkin, itu karena aku melihat diriku sendiri pada sosok Joan, seorang wanita yang merasa dirinya tak sama dengan wanita pada umumnya, yang memiliki keteguhan untuk menjadi penguasa atas hidupnya sendiri, dan meski mencintai seorang pria, namun ia tak pernah bisa menyerahkan dirinya kepada seorang laki-laki seutuhnya. Meski kisah Joan terjadi lebih dari satu milenium yang lalu, namun menurutku hingga kapan pun perempuan akan tetap berada sedikit di bawah laki-laki. Itulah kodrat perempuan, dan hanya ada dua pilihan untuk menghadapinya, berkompromi atau menolak.

Akhirnya kita semua tak pernah tahu apakah kisah Pope Joan ini benar-benar nyata, ataukah hanya sebuah legenda? Namun mana pun yang benar, kisah keberanian Joan untuk mendobrak ketidakadilan terhadap kaumnya memberikan pencerahan bagi kaum perempuan masa kini.

"Terangnya harapan yang dipantikkan oleh para perempuan tersebut hanya serupa kelap-kelip cahaya kecil di samudra kegelapan, tetapi nyalanya tidak pernah sepenuhnya padam. Kesempatan selalu ada dan tersedia bagi kaum perempuan yang cukup kuat untuk bermimpi. Pope Joan adalah kisah dari salah satu pemimpi itu." ~hlm. 732.

Judul: Pope Joan
Penulis: Donna Woolfolk Cross
Penerjemah: FX Dono Sunardi
Penyunting: Vitri Mayastuti
Penerbit: Serambi
Terbit: Januari 2007
Tebal: 736 hlm

Wednesday, March 28, 2012

Wishful Wednesday (5)

Kebetulan 2 hari lalu aku menemukan sebuah buku menarik yang dijadikan salah satu hadiah giveaway oleh sebuah blog. Langsung deh masuk wishlist. Ini dia bukunya:

Mr. Shakespeare's Bastard
by Richard B. Wright



Sepertinya sudah jelas mengapa aku ingin memiliki buku ini, apalagi kalau bukan karena buku ini adalah historical fiction yang menyangkut penulis William Shakespeare? Maklum, sedang suka fiksi tentang penulis dunia...

Sinopsis ada di sini.

Kalau kalian ingin ikutan blog hop ini, silakan meluncur ke blognya Astrid yaa.. Dan ini aturan mainnya:


  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Wednesday, March 21, 2012

Wishful Wednesday (4)

Lama-lama heran juga, setiap hari Rabu aku selalu bertanya-tanya pada diri sendiri, adakah buku incaran yang bisa kupost untuk join blog hop-nya Astrid: Wishful Wednesday. Dan jawabannya selama ini selalu: ADA! Itu kabar yang cukup menakutkan karena berarti tiap minggu paling tidak ada 1 buku yang masuk ke wishlist, padahal kecepatan membacaku belum tentu 1 minggu 1 buku...



Tak apalah...sebelum kita dilarang bermimpi... maka aku berandai-andai bisa mendapatkan buku ini *siapa tahu ada yang berkenan meminjamkan bukunya?..*


Burung-Burung Manyar
by Y.B. Mangunwijaya


Sinopsis bisa dibaca di sini.

Aku ingin memiliki buku ini karena sedang mencoba-coba baca beberapa historical fiction karya penulis lokal. Dan nama Y.B. Mangunwijaya nampaknya tak boleh dilewakan begitu saja... Jadi...adakah yang minjemin? *maksa ceritanya*

Kalau kalian ingin ikutan blog hop ini, silakan meluncur ke blognya Astrid yaa.. Dan ini aturan mainnya:

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Tuesday, March 20, 2012

Pengumuman Pemenang March Giveaway

Tak terasa, dua minggu berlalu sudah. Giveaway untuk buku Fall of Giants by Ken Follett terlah berakhir kemarin (19 Maret 2012) pk. 24:00. Terima kasih bagi para peserta giveaway ini. Kini saatnya menentukan pemenang. Pemenang dihitung dari mereka yang memenuhi seluruh persyaratan giveaway ini. Bagi mereka yang nama/emailnya tidak kutemukan di GFC atau daftar subscriber (atau yang namanya tercantum tapi ybs belum mem-verifikasi), terpaksa tidak kuikutsertakan. Dari semua peserta yang lolos, kuundi menggunakan random.org hingga aku mendapat nomor yang muncul 2x, berarti dialah pemenangnya. Dan setelah 5x mengundi, inilah pemenang yang akan mendapatkan buku Fall of Giants:

Busyra - pemilik blog Bacaan b.zee

Selamat ya buat Busyra! Karena aku sudah memiliki alamatmu, maka kamu tidak perlu susah-susah kirim email (asal alamat pengiriman tidak berubah).

Bagi yang belum menang, jangan kuatir...bulan depan akan ada lagi giveaway di blog ini. Tunggu saja!