Selasa, 29 Mei 2012

Juliet


Romeo and Juliet mungkin adalah kisah cinta tragis paling terkenal di dunia. Selama ini kita tahu bahwa William Shakespeare adalah pria di balik kisah itu, yang banyak kita jumpai di buku, drama maupun film. Namun apa yang mungkin tidak kita ketahui, adalah pertama, bahwa Romeo and Juliet karya Shakespeare bukanlah karya yang pertama, ada beberapa penulis yang sebelumnya telah menulis kisah itu. Kedua, bahwa Romeo and Juliet bukanlah kisah fiksi, melainkan sejarah. Ketiga, Romeo and Juliet yang asli bertempat di Sienna—sebuah kota di Italia—dan bukan di Verona seperti versi Shakrespeare.

Julie Jacobs, seorang gadis yang sama sekali tidak romantis dan terobsesi pada Shakespeare, sama sekali berbeda dengan saudari kembarnya Janice yang manja, genit dan egois. Mereka tinggal bersama Bibi Rose, yang mengasuh mereka sejak Ibunya meninggal karena kecelakaan di Italia. Setelah Bibi Rose meninggal, Julie dan Janice baru mengetahui bahwa nama mereka sebenarnya adalah Giullietta dan Giannozza Tolomei. Maka mulailah Julie alias Giullietta menelusuri sejarah keluarganya sambil berusaha menemukan ‘sesuatu’ yang hingga kini disembunyikan dengan baik oleh ibunya: Diane Tolomei.

Begitu tiba di Italia, Giullietta langsung berkenalan dengan seorang pemuda bernama Allesandro Santini dan ibu baptisnya, Eva Maria Salimbeni. Dari sinilah bergulir kisah tentang sejarah permusuhan abadi dua keluarga besar yang menjadi penguasa Sienna berabad-abad lalu: keluarga Salimbeni dan Tolomei. Giullietta berhasil menemukan ‘peninggalan’ ibunya yang—alih-alih benda berharga—isinya justru tulisan-tulisan, surat-surat serta buku Romeo and Juliet-nya Shakespeare. Nampaknya dari semua dokumen itulah Giullietta harus mengupas pertalian dirinya dengan Juliet yang asli, yang berasal dari keluarga Tolomei juga!

Hingga masa kini, kutukan yang berlangsung sejak tragedi yang menimpa Romeo dan Juliet masih tetap menaungi keluarga-keluarga yang terlibat. Diane Tolomei menyelidiki hal itu, berusaha mencari cara menghentikan kutukan itu demi kebahagiaan putri kembarnya, dan kini tugas Giullietta dan Giannozza lah untuk melanjutkan tugas itu. Salah satu cara untuk memutus kutukan itu konon, adalah dengan menyatukan Romeo dan Giullietta. Nah, kini Giullietta telah datang ke Sienna, sekarang di manakah sang Romeo bersembunyi? Kalau Romeo yang seharusnya merebut hati Giullietta, lalu mengapa justru benih-benih cinta yang mulai tumbuh di hati Giullietta justru berasal dari Allesandro si cowok sinis Kepala Keamanan itu, yang nama keluarganya Santini?

------

Juliet adalah kisah yang unik karena menggabungkan unsur sastra (Shakespeare) dan sejarah. Mungkin bagi yang sudah pernah membaca Romeo and Juliet akan sangat antusias membaca buku ini, di mana kita akan menjumpai banyak petikan-petikan dialog dan kisah dari Romeo and Juliet. Juga karena kisahnya amat mirip dengan kisah sejarah yang terjadi di Sienna (perseteruan dua keluarga dan kisah cinta sepasang insan yang berakhir tragis).

Kisah ini dirangkai dari dua sisi, sisi modern dan sisi sejarah. Keduanya berjalan beriringan, hingga di satu titik di mana tragedy itu terjadi. Dan di sepanjang kisah kita diajak untuk melihat kecantikan Italia, baik pada jaman dulu, namun lebih banyak pada jaman sekarang. Yang lebih unik lagi, kisah Romeo dan Giullietta yang asli berkaitan juga dengan wabah pes yang melanda dunia, dan kelak dikenal sebagai Black Death. Black Death inilah yang konon dipercaya sebagai bagian dari sebuah kutukan. Pertanyaannya, apakah perjuangan Julie benar-benar sepadan dengan hasil akhir yang ia inginkan? Apakah permata bernilai tinggi yang diwariskan oleh ibunya? Atau justru sesuatu yang jauh lebih bernilai daripada permata, yang menunggu Juliet di akhir petualangannya? Dan apakah sesuatu yang sangat berarti itu?

Meski sebenarnya kisah ini sangat menarik dan eksotis, dan telah diterjemahkan dengan baik oleh Penerbit Qanita, namun aku merasa buku ini kurang sukses ‘membawa aku ke dalam cengkeraman kisahnya’, seperti yang biasa aku rasakan ketika membaca buku-buku ‘bintang lima’. Aku merasa seolah sedang membaca sebuah kisah, dan bukannya terseret ke dalam kisah itu sendiri seperti yang aku rasakan—misalnya—dengan buku-buku karya Tracy Chevalier atau Ken Follett. Hanya itulah kekurangannya yang membuat aku beberapa kali sempat merasa bosan ( buku ini benar-benar tebal dan melelahkan meski cukup seru). Untuk itu memberikan tiga setengah bintang untuk Juliet (dibulatkan menjadi tiga J). Menghibur tapi kurang mencengkeram….

Judul: Juliet
Penulis: Anne Fortier
Penerjemah: Linda Boentaram
Penerbit: Qanita
Terbit: Januari 2012
Tebal: 712 hlm

Rabu, 23 Mei 2012

Wishful Wednesday (9)


Dari begitu banyak buku yang kuidam-idamkan di minggu ini, ada sebuah yang cukup menjanjikan untuk kumasukkan ke dalam Wishful Wednesday-nya Astrid minggu ini:

Catatan Ichiyo
by Rei Kimura


Sinopsis ada di sini

Yang membuatku tertarik pada buku ini adalah kalimat yang ada di sinopsisnya: 'Beratus-ratus tahun kemudian wajahnya diabadikan pada mata uang kertas 5.000 yen Jepang. Sebuah penghormatan dan kedudukan yang tak pernah dicapai oleh perempuan Jepang mana pun.'

Wow! Sudah pasti ini sebuah novel tentang wanita yang perlu dibaca! Nah…siapa yang mau meminjamiku? :P

Bagaimana dengan Wishful Wednesday-mu? Share yuk..., caranya:




  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)


  • Jumat, 11 Mei 2012

    The Evolution of Calpurnia Tate


    “Namaku Calpurnia Virginia Tate, tetapi semua orang memanggilku Callie Vee. Pada musim panas itu, umurku sebelas tahun dan aku satu-satunya anak perempuan dari tujuh bersaudara. Bisakah kau membayangkan situasi yang lebih buruk?” Jawabku: BISA! Sebenarnya lahir menjadi seorang perempuan tidaklah buruk kalau anda MAU menjalani hidup seperti yang diharapkan dari dan bagi seorang perempuan. Bagaimana kalau tidak? Nah, simaklah kisah evolusi si Calpurnia Tate alias Callie Vee ini…

    Calpurnia memang berbeda dari anak perempuan lainnya. Saat yang lain puas bermain dengan gaun-gaun cantik dan boneka, Calpurnia menghabiskan waktunya dengan menenteng jaring penangkap kupu-kupu serta Buku Catatannya dan pergi ke pinggir sungai untuk mengumpulkan spesimen bersama kakeknya. Ya, Calpurnia bisa disebut seorang naturalis pemula. Alam, hewan dan tumbuhan rupanya telah menempati ruang istimewa dalam hati Calpurnia, semenjak sang kakek meminjaminya buku The Origin of Species karya Charles Darwin (bayangkan…dipinjami The Origin of Species?? Oh…seandainya aku punya kakek seperti kakek Calpurnia!).

    Tapi, berhubung semua itu terjadi di penghujung abad 19—di mana perempuan “hanya” diharapkan belajar memasak dan merajut—maka Calpurnia menghadapi penolakan besar dari keluarganya (terutama dari ibunya, dan kecuali dari kakeknya—tentu saja..). Sesunguhnya inilah inti kisah The Evolution of Calpurnia Tate karya Jacqueline Kelly ini, yang dibingkai dengan kutipan-kutipan dari buku The Origin of Species, yang seolah mengantar kita mengikuti dua perjalanan evolusi, yaitu evolusi spesies dan evolusi seorang Calpurnia Tate.

    Di tengah ketidaksukaan keluarganya akan kegiatan Calpurnia di bidang sains, Callie bersama kakeknya berhasil menemukan sebuah spesies tumbuhan yang sepertinya belum pernah tercatat di dunia. Maka dengan bersemangat, kedua naturalis beda generasi ini mengirimkan dan mendaftarkan hasil temuan mereka—yang sementara dinamai ‘Tumbuhan’—ke Smithsonian. Bagi ilmuwan, menemukan sesuatu yang baru adalah sebuah kebanggaan besar, apalagi mengingat bahwa temuan itu akan dinamai dengan nama sang penemu. Akankah Calpurnia, gadis belasan tahun dari kota kecil itu, menorehkan sebuah prestasi dalam sejarah? Akankah sang kakek yang telah membaktikan hidupnya setelah pensiun untuk menjadi naturalis, mampu mengubah sejarah sebelum hidupnya berakhir?

    Namun sementara itu, sang Ibu ternyata telah mempersiapkan ‘evolusi’ bagi Calpurnia di bidang yang lain, lebih tepatnya di bidang yang seharusnya dikuasai seorang wanita, yaitu mengurus rumah tangga. Selain itu, sang Ibu mulai menyiapkan Calpurnia untuk memasuki “bursa” calon-istri-idaman. Bagian ini terasa absurd bagiku. Bagaimana wanita jaman itu menganggap sistem perjodohan dengan menggilir pemuda-pemuda setempat untuk datang ke rumah seorang gadis yang sudah layak “masuk bursa” adalah sebuah tindakan terhormat? Apakah mereka malah tidak melihat adanya kesamaan dengan ehm…maaf..pasar budak atau malah…ya sudahlah, terlalu kasar untuk ditulis disini… Tetap saja, aku melihat itu praktik yang menjijikkan, dan lebih menjijikkan lagi anggapan bahwa kalau seorang gadis tak mampu melalui tahap itu berarti ia “kurang terhormat”.

    Sesuai dengan tokoh utamanya, The Evolution of Calpurnia Tate ini kisah yang segar sekaligus cerdas. Penuh dengan kekocakan, kisah ini dirangkai dengan bahasa yang ringan, dan banyak mengandung pengetahuan ilmiah. Salah satu yang aku sukai adalah Jacqueline Kelly menciptakan tokoh yang suka membaca kisah-kisah klasik (sama sepertiku). Bayangkan di usia belasan tahun buku klasik pertama Calpurnia adalah The Origin of Species! Selain itu ia telah melahap Great Expectations dan Oliver Twist-nya Dickens, lalu Tom Sawyer-nya Mark Twain dan Treasure Island. The Adventures of Sherlock Holmes pun disebut-sebut juga dalam buku ini.

    Pada akhirnya, ini adalah kisah seorang anak perempuan yang sedang mencari jatidirinya sebagai seorang wanita dewasa dengan segala liku-likunya. Di satu sisi Calpurnia ingin menjadi ilmuwan, di sisi lain ia menyadari bahwa jalan yang akan ditempuhnya sangatlah terjal akibat stereotip yang sudah terpaku di pikiran orang jaman itu, seperti yang tercetus dalam kata-kata Lamar, adik lelaki Callie

    “Anak perempuan tidak dibayar. Anak perempuan bahkan tidak boleh ikut pemungutan suara. Anak perempuan tidak dibayar. Anak perempuan tinggal di rumah.” ~hlm. 223.

    Calpurnia tahu ia harus mendobrak stereotip itu, karena ia bukanlah perempuan biasa,

    “Aku tidak pernah menyamakan diriku dengan anak-anak perempuan lain. Aku bukan bagian dari spesies mereka; aku berbeda. Aku tidak pernah berpikir bahwa masa depanku akan sama dengan mereka.” ~hlm. 245.

    Sebab kalau tidak, ia akan menjalani hidup yang terkungkung sepanjang hidupnya, ‘seperti seekor anjing hutan yang kaki-kakinya terbelenggu perangkap.’ Sebuah ungkapan yang amat mengena.

    Meski sangat sulit bagi Calpurnia untuk meraih cita-citanya, aku berharap (dan memilih untuk percaya) bahwa masih ada harapan bagi Calpurnia, seperti apa yang ia alami di pagi tahun baru 1900 itu…

    “Ini adalah pagi pertama dari hari pertama dari abad yang baru. Salju menyelimuti tanah. Segalanya mungkin terjadi.” ~hlm. 380.

    Meski ending kisah ini terasa mengambang, namun aku merasa ada kaitan antara apa yang dilihat Calpurnia di alam saat itu dengan kondisinya sendiri. Salju yang turun di Texas setelah berpuluh-puluh tahun, dan ketilang yang tidak pernah merasakan salju, semuanya mengarah pada sebuah perubahan, bahwa kalau suatu hal belum pernah terjadi, belum tentu ia tak mungkin terjadi. Sekali lagi aku percaya, bahwa segalanya mungkin terjadi…

    Judul: The Evolution of Calpurnia Tate
    Penulis: Jacqueline Kelly
    Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
    Penerbit: Matahati
    Terbit: November 2010

    Tebal: 381 hlm

    Rabu, 02 Mei 2012

    Wishful Wednesday (8)

    Sempat absen minggu lalu, kali ini aku kembali teringat buku yang hingga kini masih menjadi angan-anganku untuk memilikinya:

    The Alexandria Link
    by Steve Berry


    Sinopsis ada di sini.

    Mengapa aku mupeng buku ini? Yang pertama alurnya pasti cepat karena termasuk thriller, kedua ada unsur sejarahnya, dan ketiga...temanya tentang perpustakaan dan bukuu! Yup, buku ini bercerita tentang perpustakaan (dulu) terbesar di dunia yang telah punah itu. Tiga aspek menarik dalam sebuah buku. Kira-kira ada tidak ya yang mau giveaway buku ini buatku? *ngarep sangat*....

    Seperti biasa, posting ini dibuat untuk Wishful Wednesday blog hop dengan host Astrid. Mau ikutan memposting buku incaranmu tiap minggu? Ini ketentuannya:



    • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
    • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
    • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
    • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

    Jadi...apa buku incaranmu minggu ini?

    Jumat, 27 April 2012

    The Court of the Lion (1)


    Pada tahun 738, Dinasti Tang sedang berkuasa di tanah China, lewat tangan Kaisar Minghuang. Jaman itu merupakan salah satu jaman keemasan yang dinikmati rakyat. Sang Kaisar memimpin dengan adil serta cakap, baik dalam mengelola kesejahteraan rakyat maupun memelihara keamanan di dalam negeri. Namun, keamanan itu nampaknya semu, karena justru di balik dinding-dinding tinggi istana kekaisaran itu sendiri sedang muncul riak-riak pertama awal sebuah badai politik. Inilah inti dari kisah The Court of the Lion yang dikisahkan oleh Eleanor Cooney bersama Daniel Altieri.

    Cerita bermula dari kamar tidur Putri Wu, salah satu istri Kaisar yang—meski paling banyak menyumbangkan keturunan bagi penerus tahta—namun bukan merupakan kesayangan Kaisar yang menganggapnya terlalu subur. Justru Permaisurinya yang cantik, ramping karena tak pernah bersalinlah yang memiliki tempat teristimewa di hati Kaisar sebagai Istri Kesayangan. Dasar manusia yang serakah dan tak pernah puas, segera tumbuh iri hati di antara keduanya karena tak memiliki kelebihan yang tak dimiliki lainnya. Di titik ini, mulailah terjadi intrik politik di istana para istri. Ya, para wanita ternyata memiliki cara tersendiri dlam berpolitik di dalam istana!

    Diawali dengan munculnya bunga-bunga artifisial yang ternyata berisi puisi bernada menghasut, dan disusul oleh munculnya penyihir yang konon berusia 100 tahun dan tinggal di salah satu sudut istana. Lalu mulailah petaka datang. Awalnya kematian putra mahkota, lalu disusul terbongkarnya rahasia Istri Kesayangan yang menyebabkannya diasingkan dan akhirnya bunuh diri. Dua bencana susul menyusul itu membuat Kaisar amat sedih lalu menjauhkan diri dari pemerintahan untuk mengurung diri di kamarnya untuk bersedih. Sementara itu roda pemerintahan sementara dikendalikan Perdana Menteri Li Lin-fu yang cerdik dan ambisius.

    Melihat Kaisar murung, Kepala Kasim Kao Li-shih tak tinggal diam. Meski ia “hanya” seorang kasim, jangan dikira ia tak paham tentang politik. Justru karena ia banyak beredar di istana, ia amat paham akan intrik dan politik yang diam-diam terangkai di sekitarnya. Apalagi ketika seorang penyair istana hendak memberitahukan sesuatu yang maha penting kepada Kao Li-shih, namun si penyair justru lenyap tanpa bekas pada hari mereka seharusnya bertemu. Melihat Li Lin-fu yang makin agresif, Kao Li-shih tiba pada kesimpulan, bahwa Kaisar Minghuang harus ‘dihidupkan’ kembali, sebelum dinasti ini jatuh ke tangan pemberontak. Namun apa yang mampu membangkitkan sang Kaisar dari keterpurukan?

    Kupikir, hanya seorang Kepala Kasim lah yang akan mampu memikirkan (sekaligus mengeksekusi dengan sempurna) sebuah rencana halus yang akan mengubah suasana di istana…

    Buku yang kubaca ini adalah bagian pertama dari tiga buku, jadi mungkin wajar kalau di awal cerita (terlalu) banyak penjelasan yang panjang lebar tentang masing-masing tokoh yang akan mengambil peranan penting di keseluruhan cerita. Tapi kadang-kadang aku tak merasa perlu untuk mendalami—misalnya—masa muda Kao Li-shih hingga ia menjadi kasim. Kalau penjelasan itu singkat, hanya untuk memberikan gambaran tentang karakter si Kasim, aku maklum. Namun menurutku menjadikannya beberapa halaman sungguh tak perlu (aku melompati bagian ini dan toh tak merasa terganggu membaca bagian berikutnya).

    Sejauh ini, The Court of the Lion menggambarkan intrik di dalam istana dengan cerita yang berbelit dalam paragraf-paragraf panjang, tepat seperti bagaimana intrik itu dijalankan—licin dan berbelit—sehingga mungkin saja orang luar tak pernah menyadarinya. Cerita hanya berderap agak cepat ketika beralih ke tokoh An Lu-shan, mantan budak yang moncer karir politiknya, sehingga direkrut oleh Perdana Menteri Li Lin-fu untuk memperkuat militernya. Kelak di buku berikutnya, aku percaya An Lu-shan akan mengambil peranan lebih banyak dan penting daripada di buku pertama ini.

    Kesan keseluruhanku terhadap buku ini…lumayan melelahkan untuk dinikmati, tapi tetap membuat penasaran juga… Tiga bintang untuk The Court of the Lion ini!

    Judul: The Court of the Lion (1)
    Penulis: Eleanor Cooney & Daniel Altieri
    Penerjemah: Fahmi Yamani
    Penerbit: Serambi

    Terbit: Februari 2012

    Tebal: 585 hlm

    Rabu, 18 April 2012

    Wishful Wednesday (7)

    Setelah 3 kali membaca karya-karya Tracy Chevalier, sepertinya aku makin jatuh cinta pada tulisan beliau. Yang aku suka terutama karena Tracy memadukan historical fictionnya dengan culture atau art. Sebuah tema yang berbeda dari perang atau sejarah politik dan orang-orang penting yang banyak diambil sebagai tema historical fiction. Dan kali ini ada 1 buku yang sedang kuincar, moga-moga bisa kudapatkan (entah dengan cara bagaimana)....


    Remarkable Creatures
    by Tracy Chevalier


    Sinopsis ada di sini.

    Yuk share juga buku incaranmu di Wishful Wednesday blog hop di blognya Astrid. Dan jangan lupa intip juga BBI 1st Giveaway Hop. Siapa tahu kamu akan menemukan buku incaranmu di sana, ikuti aja, lalu siapa tahu kamu akan mendapatkannya! :)




    • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
    • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
    • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
    • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

    Jumat, 13 April 2012

    Interview bersama Ratih Kumala & BBI 1st Giveaway Hop: Gadis Kretek

    Tentang Ratih Kumala

    Ratih Kumala (1980-), lahir di Jakarta, 4 Juni 1980. Ia memperoleh pendidikan dari Fakultas Sastra Inggris Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Selain sebagai penulis novel dan cerita pendek, ia juga menulis skenario. Ia pernah bergabung dalam tim penulis program Jalan Sesama, yang merupakan adaptasi Sesame Street untuk televisi Indonesia, serta bekerja sebagai editor naskah drama televisi. Tahun 2006 ia menikah dengan novelis Eka Kurniawan, di Solo. Kini, ia tinggal di Jakarta. [sumber: Wikipedia bahasa Indonesia].

    Beberapa novel yang telah dihasilkan Ratih Kumala adalah: Tabula Rasa, Genesis, Larutan Senja (kumpulan cerpen), Kronik Betawi, dan yang paling anyar…. Gadis Kretek.

    Dan kini mari kita bertemu dengan mbak Ratih Kumala sendiri…

    Selamat datang di blog Fanda’s Historical Fiction, mbak Ratih! Pertama-tama aku mengucapkan terima kasih buat mbak Ratih yang sudah menyempatkan diri menjawab emailku dan bersedia “hadir” dan kuwawancarai di blog ini. Apa nih kesibukan mbak saat ini?

    Sekarang saya lagi ngadem otak, setelah menyelesaikan Gadis Kretek. Selebihnya saya masih mengerjakan tugas saya sebagai skrip editor di kantor.

    Sekarang mengenai novel terbaru mbak. Apa yang membuat mbak Ratih pertama-tama ingin menulis Gadis Kretek?

    Ibu saya sering cerita jaman kecil dulu, kalau ayahnya (eyang kakung saya) adalah pengusaha kretek, meski cuma kretek lokal yang kemudian gulung tikar. Saya terinspirasi dari situ.

    Dengan semakin tingginya kesadaran tentang berbahayanya merokok bagi kesehatan, apakah mbak Ratih ada kekhawatiran akan dianggap mendukung merokok, dengan menulis Gadis Kretek?

    Itu udah resiko kan, soalnya dari awal tema yang saya pilih memang seputar rokok kretek. Mau tak mau, orang pasti mengaitkannya.

    Dari awal udah penasaran, bagian manakah dari Gadis Kretek yang merupakan fakta sejarah? Apakah kisah para pelakunya? Atau merk-merk rokoknya?

    Saya banyak dapat bahan riset dari sejarah berdirinya kretek-kretek di Indonesia, sedikit banyak saya ambil dari situ. Kalau merk-merknya fiktif. Kecuali 1, kretek cap Djagad (enggak pake 'Raja'). Sebab dulu itu adalah nama dagang kretek eyang kakung saya yang kemudian gulung tikar.

    Dalam menulis historical fiction, mana yang lebih berat: riset sejarahnya atau merangkai sejarah dengan fiksi?

    Saya harus bilang risetnya. Sebab itu yang makan waktu dan tenaga paling banyak.

    Aku pernah membaca di Twitter mbak Ratih:
    “Dan aku baru sadar, pny siklus per 10 thn: karya yg kuselesikan sll membuatku patah hati parah, spt kehilangan yg menyedihkan”
    Boleh diceritakan nih, mengapa mbak Ratih sulit sekali melepaskan diri dari Gadis Kretek? Apa yang membuat Gadis Kretek begitu melekat kuat pada diri mbak?

    10 tahun lalu saya menulis Tabula Rasa, novel pertama saya. Ketika selesai, saya patah hati karena kehilangan dan harus melepaskan. Setelah itu, jika selesai menulis buku saya cenderung happy. Tapi kali ini kejadian lagi seperti Tabula Rasa; Gadis Kretek selesai dan saya patah hati lagi. Mungkin karena prosesnya, saya jadi sudah sangat erat dengan Gadis Kretek, itu yang bikin saya patah hati.

    Mbak Ratih kan tidak merokok, lalu bagaimana mbak bisa mendeskripsikan kenikmatan merokok itu dalam novel ini?

    Itulah fungsinya riset, kan. Apa yang saya tidak tahu, saya cari tahu, dan saya deskripsikan dalam tulisan. Ada banyak cara kok, cara paling gampang tanya aja sama perokok apa enaknya.

    Suka dan duka selama menulis Gadis Kretek?

    Paling ribet di riset, saya sampai ke Kudus. Pernah juga sempat satu tahun gak bisa nulis karena merasa tulisan saya jelek sekali, jadi writer's blocknya lumayan.

    Di luar menulis, apa sih hobby mbak Ratih?

    Hehe...menulis itu bukan hobi, tapi profesi. Hobi baru saya sekarang nonton Disney Junior.

    Punya penulis historical fiction (lokal maupun luar negeri) yang jadi panutan? Mengapa?

    Saya suka sekali dengan Pramoedya. Terutama bukunya Bumi Manusia. Semua orang yang suka Pram mungkin alasannya sama: karyanya memang bagus, sangat bagus.

    Setelah ini, apakah ada rencana menulis historical fiction lagi? Kalau ada, boleh kasih bocoran kira-kira tentang apa…? Kalau belum ada, novel apa yang ingin mbak Ratih tulis selanjutnya?

    Seperti yang saya bilang di awal, saya sedang ngadem otak. Rencana menulis lagi, pasti ada. Sebab hanya itu yang bisa saya lakukan. Tapi apa, saya juga masih memilah-milah dan membiarkan ide berkeliaran di kepala saya.

    Akhirnya aku ucapkan semoga selalu (dan makin) sukses saja buat mbak Ratih Kumala, teruslah menulis buku-buku bermutu bagi kami semua. Makasih banyak, mbak!!

    -----

    Tentang Gadis Kretek



    Baca sinopsisnya di sini, dan untuk yang masih penasaran, silakan intip reviewku Gadis Kretek.

    Sekarang sudah penasaran ‘to the max’? Pengen punya bukunya? Kalian bisa mendapatkannya GRATIS lho! Caranya…. Scroll down yaa.. J

    Tentang BBI 1st Giveaway Hop



    BBI 1st Giveaway Hop adalah giveaway dalam rangka ULANG TAHUN KE-1 BBI (Blogger Buku Indonesia). Yayyy! Selamat ultah BBI! Dan untuk merayakannya ada lebih dari 30 blog milik anggota BBI yang mengadakan giveaway buku. Blog ini bersama blog Kumpulan Sinopsis Dari Okeyzz dan Dear Readers menjadi host-nya. Kali ini semua buku yang di-giveaway adalah buku karya PENULIS LOKAL. Dan…inilah giveaway dariku….

    GIVEAWAY - 1 (satu) buku GADIS KRETEK by Ratih Kumala

    Syarat/Ketentuan:
    • Terbuka untuk semua yang berdomisili di Indonesia.
    • Wajib mem-follow blog ini, lewat GFC atau subscribe email.
    • Tiap peserta dapat memasukkan entri sebanyak-banyaknya.
    • Entri yang menang akan ditentukan melalui undian menggunakan random.org.
    • Giveaway berakhir pada 26 April 2012 pk. 23:59.
    • Bila 48 jam setelah aku menghubungi pemenang, tidak ada jawaban, maka aku berhak memilih pemenang baru.

    Silakan langsung saja mengisi sebanyak-banyaknya entri, dan good luck!